Mungkin Anda pertama kali bingung atau tidak mengerti dengan istilah uang pertanggungan, termasuk Anda yang telah memiliki asuransi.

Sederhananya nih.. uang pertanggungan itu adalah uang yang akan didapatkan nanti jika risiko terjadi. Dalam hal asuransi jiwa artinya jika terjadi risiko kematian.

Siapa yang akan mendapatkan uang pertanggungan tersebut? Tentunya ahli waris yang meninggal.. bukan yang meninggal nanti yang dapat. Jadi jangan seneng dulu kalau ditawarkan asuransi jiwa lalu dikatakan “nanti bapak/ibu dapat 200 juta lho”. Itu mah dapat kalau meninggal.. hehehe…

Nah 200 juta kan lumayan tuh buat ahli waris ya? Kata orang Jawa, uakeh tenan… Banyak banget je duitnya… buat sekolah anak.. buat biaya hidup.. itulah fungsinya asuransi… bukan buat foya-foya ahli waris lho ya! abis tuh harta dalam setahun.

Pertanyaannya. Cukupkah 200 juta? Pernahkah Anda bertanya? Ga tau pak.. dikasihnya segitu.. atau bahkan.. tahu-tahu muncul aja angka segitu, soalnya saya cuman sanggup bayar preminya segitu, 500 ribu sebulan, atau jawaban lain, ga tau pak, emang asuransi pakai uang pertanggungan ya?

Hmm.. jika jawaban anda masih seputar itu.. Anda perlu belajar singkat mengenai prioritas keuangan. Tapi kita tidak akan bahas mengenai prioritas keuangan di tulisan ini, kita mau bahas cara menghitung uang pertanggungan yang sesuai kebutuhan..

Lakukan langkah berikut ini:

  1. Kalkulasikan penghasilan anda dalam sebulan
  2. Berapa usia anak Anda yang paling kecil?
  3. Perkirakan anak paling kecil akan selesai pendidikan berapa tahun lagi
  4. Kalikan penghasilan perbulan dengan bulan dan dengan tahun
  5. Ketemu deh uang pertanggungannya…

Contoh, Pak Lukman penghasilannya 15 juta per bulan. Usia anaknya yang paling kecil, Sofia, 3 tahun. Pak Lukman ingin Sofia mengikuti pendidikan hingga jenjang S1. Asumsi masuk kuliah nanti pada usia 17 tahun dan lulus dengan cumlaude 4 tahun kemudian di usia 21 tahun. Maka 15 juta x 12 bulan x 18 tahun = 3,24 Milyar.

presentation1

Sederhana kan? Itu hanya salah satu metode perhitungan uang pertanggungan asuransi yang paling…….. sederhana.

Pertanyaan Anda pasti  KOK GEDE BANGET PAK?????

Betul, gede banget memang, itu adalah asumsi pendapatan Pak Lukman selama Sofia hidup sampai Sofia selesai kuliah. Jadi yang dilindungi adalah penghasilan Anda, asumsinya penghasilan anda saat ini cukup untuk biaya hidup sekeluarga, sehingga itulah yang dilindungi. Kalau penghasilan anda terlindungi, demikian pula kehidupan keluarga nanti. Ini belum memasukkan asumsi gaji naik tiap tahun ya..

Terlalu besar ya Uang Pertanggungannya? Preminya pasti mahal..

Bapak Ibu… kan itu metode paling sederhana.. masih ada metode lainnya, sehingga kita bisa menghitung jumlah Uang Pertanggungan yang paling sesuai dengan kebutuhan Bapak Ibu..

next kita bahas..

Semoga sedikit mencerahkan… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s